Apa kalian tahu mengapa dia berusaha kabur mati-matian sebelum jam 12 malam?
Karena sihirnya akan menghilang?
Memangnya kenapa jika sihirnya lenyap?
Itu karena dia tidak suka dan lebih baik mati daripada sosoknya yang jelek itu terlihat oleh orang yang dia cintai.
Anak yang lusuh dan penuh debu, sedikit beruntung sehingga bisa mengenakan gaun cantik dan sepatu kaca.
Pasti dia sangat senang.
Ditambah lagi dia bisa menari bersama pangeran dan saling bertatapan.
Itu seperti mimpi.
Pasti sangat bahagia.
Tapi akhirnya dia sadar, bahwa mimpi itu tidak akan bertahan lama.
Karena itu dia kabur sebelum jam 12 malam.
Dia yang kehilangan gaun indah, sepatu kaca yang mengkilap, dan kereta labu yang keren, sangatlah menyedihkan.
Tapi setidaknya dia masih punya ibu peri.
Dan besoknya si pangeran muncul sambil membawa sepatu kaca lalu mengubah hidupnya 180 derajat.
Akan tetapi sebelum pangeran datang, di dini hari itu, apa yang cinderella pikirkan ya?
Apa yang dia pikirkan sampai bisa bertahan?
Mungkin, dia sangat panik ketika sampai di rumah jam 12 lebih.
Dia pasti tak percaya kalau dia sudah pergi ke pesta dansa.
Dan hatinya pasti berdebar.
Dia juga pasti tidak tahu harus bagaimana dan menghentakkan kakinya berulang-ulang karena pangeran jatuh cinta padanya.
Tapi, seperti apa perasaannya saat jam 2 pagi?
Saat itu, apa hatinya masih berdebar?
Atau dia memasuki fase setelahnya yakni sadar?
Rok yang tidak mengembang.
Gudang kotor dan lusuh yang diberikan oleh ibu tiri.
Situasi dirinya sangat berbeda dengan pangeran.
Dia sudah terlanjur mencintai pangeran itu.
Tapi dia tidak bisa bertemu dengannya untuk yang kedua kali.
Keberuntungan yang dia dapat dalam bentuk sihir selama satu malam pada akhirnya menjadi hal mengerikan bagi cinderella.
Sihir yang sangat kejam, yang membuat dia sadar betapa jahat kenyataan yang ada.
Disisi cerita yang lain, aku dan pria yang selalu kuceritakan, entah bagaimana kami kembali bersama.
Meski tidak secara utuh.
Kami mencoba mengulang perasaan rumit ini dengan sedikit sudut pandang yang berbeda.
Bukan lagi cinta yang menggebu-gebu ingin memiliki.
Tapi bersiap menghargai apapun keputusan yang nantinya diambil jikalau berpisah.
Karena itulah bagiku waktu yang sedang ku habiskan bersama pria itu saat ini mirip dengan beberapa menit yang cinderella lalui sambil menari bersama pangeran.
Aku teramat senang karena ternyata dia tidak melupakanku.
Sulit dipercaya, dia masih menyukaiku.
Jantungku berdebar setiap kali mendengar suaranya.
Aku mabuk akan manisnya hubungan kami hingga tak dapat mengingat hal penting lainnya.
Kenyataannya, ini mungkin hanya sementara.
Sebab perbedaan situasi yang dijalani tidak bisa diatasi hanya dengan fantasi cinta.
Disaat dini hari hingga pagi hari ketika pangeran mencarinya, itu pasti saat-saat dimana cinderella sulit untuk bertahan.
Tetapi untukku, sepertinya saat itu akan berlangsung selamanya.
Aku hanya bisa menjadi cinderella di jam 2 pagi.
Menjadi seseorang yang sadar seberapa rendah dan tidak berdaya dirinya.