Karna selalu berusaha mencari, pada akhirnya muncul berbagai konflik dan resistensi dalam diri.
Apa kau tau? Bergelut dengan diri sendiri amat sangat melelahkan. Selama ini yang dapat ku lakukan hanya menekan dan mengalihkan pikiran. Menolak kenyataan.
Sedikit demi sedikit, perasaan yang tertahan akhirnya meluap. Penyesalan, frustasi, rasa bersalah, rindu, selalu saja menggerogotiku. Aku juga muak dengan orang yang bilang "Kau pasti bisa"...
Tidakkah seseorang mengerti? sebenarnya aku tidak bisa. Mau sebanyak apapun aku berusaha, hasil akhirnya selalu sama.
Rasanya, aku ingin langsung berlari ke arahmu. Dalam sehari aku dapat membayangkan adegan tersebut sebanyak puluhan bahkan ratusan kali. Pikiranku berkecamuk. Kehilangan arah. "ah, setelah aku kesana, memangnya apa yang akan ku katakan? Apakah dia akan membenciku? Bagaimana ini.." ucapku lirih dalam hati. "hei, jangan bodoh. Memangnya kamu mau membuat dia semakin sengsara karena kemunculanmu? Cepatlah berhenti" logikaku menyahut.
Tawar menawar antara keinginan dan realita nampaknya belum membuahkan hasil.
Rinduku penuh, utuh.
Memburu temu.
Sibuk menerka apa kau juga merindu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar