Batas antara kenyataan dan fantasi.
Aku sekarang sedang berjalan diatas tali yang rentan itu.
Kebanyakan orang akan langsung menghadapi kenyataan.
Hingga tak jatuh kejurang angan-angan.
Masalahnya, adalah hasil mengerikan karna tak mampu membedakan batas itu.
Karena fantasi itu amat sangat menggiurkan.
Akan tetapi saat seseorang jatuh dalam fantasi dan berpaling dari kenyataan.
Maka dia akan kehilangan segalanya.
Padahal aku sudah berjanji untuk pergi. Tapi masih saja perasaanku terasa rumit untuk dimengerti.
Padahal aku lah yang ingin mengakhiri, namun lagi-lagi aku jua yang ingin kembali.
Aku... Terhadapmu...
Hanya dengan melihat potret wajahmu, seketika dapat membuatku menangis.
Hanya dengan mendengarkan lantunan lagu, dapat membuat pertahananku runtuh.
Ku pikir, aku yang kau nanti.
ternyata, bagimu.. akulah yg paling menyakiti.
Ku kira, akulah yang kau dambakan.
Nyatanya, bagimu.. aku tak lebih dari sebuah beban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar