Jumat, 05 Desember 2014

Hujan

Hujan, banyak orang mengartikannya dengan kenangan menyedihkan ataupun penghalang untuk melakukan rutinitas kegiatan. Akan tetapi, bagiku hujan dapat membawamu padaku. Walaupun bukan raga kita yang bertemu dan hanya anganlah yang bersatu, aku sudah cukup bahagia menikmatinya. Entahlah, aku merasa kau selalu bersamaku. Seperti sekarang, seakan kau hadir disetiap bagian kehidupan yang ku jalani.

Namun, kadang kala aku merasa semua ini hanya fantasi yang kuciptakan sendiri. Seperti fatamorgana yang kian lama membuatku gila. Sebab telah teramat jauh ku tambatkan hati ini padamu. Kasih, kau hadir bagaikan angin yang berhembus perlahan menyejukkan dan dalam sekejap pergi menghilang. Membuatku ingin menemukanmu kembali.

Aku tak mengerti apa yang sedang terjadi. Aku terus menerus memikirkanmu. Masih saja kusesali apa yang telah terjadi. Juga tak kupungkiri jika semua ini memang salahku. Aku yang telah membawamu dalam rangkaian cerita cinta tak berkesudahan. Sehingga tercipta angan hidup bersama yang sejatinya bagai bom waktu yang siap menghancurkan.

Maafkan aku, hanya itulah yang dapat ku sampaikan padamu. Maafkan hati ini yang masih saja mengharapkanmu. Maafkan juga rasa ini yang masih tak rela melepaskanmu. Namun perlu kau tau, aku akan berusaha memperbaiki semuanya. Mencoba mengobati perih hati tanpa menuai luka yang baru, dan aku selalu berdoa demi keselamatanmu, juga berharap agar kelak kau temukan bahagia. Meski bukan bersamaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar