Saat matahari mulai menampakkan sinarnya, kusapa Ia dengan senyum dan doa. Berharap agar seluruh hariku berlalu dengan sempurna. Dengan pakaian lengkap, akupun siap berangkat bekerja. Ditengah perjalanan, tak sengaja ku lihat sepasang remaja mengenakan seragam putih abu-abu melintas dihadapanku. Nampak kebahagian sedang bersarang di hati mereka.
Lalu aku teringat akan kita, seketika bagian kecil dari kenangan itu muncul kembali menampakkan diri. Tentang bagaimana kau yang rela meluangkan waktu untuk menjemputku, dan aku yang selalu menceritakan lelucon yang bahkan kadang kala sama sekali tak lucu, akan tetapi kau tetap tersenyum melihat tingkah laku ku.
Oh, Aku rindu masa-masa sekolah dulu. Ingin aku kembali ke masa lalu. Ku pikir akan mudah mengobati luka saat kita telah terpisah jarak. Namun ternyata aku salah. Malah rasa ini semakin perih tiap detiknya. Dan juga semakin menjadi-jadi. Mencoba untuk menemukan jawaban saat tak ada tanya yang terucap. Mencoba memahami akhir dari apa yang belum sempat kita mulai.
Aku tertegun sejenak, mencari cara menahan perasaan yang terus berkecamuk dalam dada. Ingin ku bunuh saja semua rindu yang perlahan menusukku. Agar dapat ku raih lagi tawa bahagia. Namun tahukah kau? aku lebih memilih membiarkan perasaan ini bersemayam dalam kalbu. Meski aku sadar rasa ini akan menghancurkanku. Lalu mengapa aku melakukan ini semua? karna aku begitu menyukaimu. Bahkan melebihi apa yang kau tau.
Kalau bisa bikin ceritanya lebih panjang,siapa tau bisa dibuat novel. Dari novel nanti jadi film, eh tapi kalau film kayaknya susah cari pemeran utama wanita mirip kamu. Soalnya hidung kamu unik langka jarang ada yang mirip
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus